Integrasi Sistem Informasi


Sistem Informasi Terintegrasi

  •  Sering disebut Enterprise Information System (SIE)
  • Pengertian: sebuah platform teknologi yang memungkinkan organisasi mengintegrasikan dan mengkoordinasikan proses bisnis yang mereka miliki.
  •  Ciri :tingkat keterpaduan (integrasi) yang tinggi untuk mengakomodasi kebutuhan data/informasi yang terpadu pula.

Mengapa Integrasi?

1. Di Kantor Pemerintah

  • Seorang warga memerlukan layanan yang harus ditempuh dalam beberapa tahap (misal: Izin Pendirian Usaha), melalui beberapa bagian. Idealnya, warga dapat melacak sejauh mana proses layanannya sudah berjalan, tetapi pada umumnya jawaban yang didapat bersifat negatif (mis: tidak tahu sekarang prosesnya sedang berada di mana).

2. Di Toko

  • Seorang pelanggan memesan barang secara manual. Pesanan ini dicatat, kemudian diproses secara manual pula dari satu bagian ke bagian yang lain. Data pesanan dientry setiap kali berpindah ke bagian lain, menimbulkan problem antara lain adalah kesalahan entry data, atau bahkan hilang di tengah perjalanan. Sering kali pesanan ini tertunda pemenuhannya.

3. Di Kampus

  • Mahasiswa harus mendaftar secara berulang-ulang dibeberapa sistem informasi untuk dapat mengakses Internet via proxy dan wifi di berbagai lokasi, mendapatkan akun email, akses Perpustakaan, akses e-learning, krs dll
  • Pimpinan Universitas ingin mengetahui secara cepat dan akurat informasi seperti saldo universitas per hari ini, piutang mahasiswa hari ini, jumlah lulusan S1 yang ber IPK > 3, Persentase sebaran asal calon Mahasiswa, Mahasiswa yang melewati masa studi, Staff/Karyawan yang berasal dari wilayah tertentu, dosen yang melanjut di daerah tertentu.

Kebutuhan Integrasi

  • Contoh-contoh sebelumnya menunjukkan bahwa tidak cukup hanya memiliki sistem-sistem informasi di bagian-bagian dari kantor atau perusahaan
  • Muncul jenis kebutuhan baru terhadap ketersediaan data/informasi Terpadu, Berlaku di seluruh organisasi (kantor, perusahaan, dsb).

Strategi Integrasi Sistem
Ada dua Pendekatan Integrasi Sistem Informasi :
1. Pendekatan Total & Homogen

  • Melakukan integrasi di semua aspek bisnis dengan suatu kerangka/framework standart & dilakukan serentak di setiap bidang.
  • Komponen yang homogen diharapkan mempermudah proses integrasi
  • Contohnya: Implementasi product vendor ERP spt SAP, Oracle Application/Peoplesoft, Sage Group, IBM Websphere dll
  • Mahal & Implementasi membutuhkan waktu yang panjang (tergantung kematangan TI suatu organisasi)

2. Pendekatan Bertahap

  •  Mulai dari bawah & memanfaatkan sistem informasi existing
  • Sistem informasi-sistem informasi dirangkai mengikuti pola integrasi dan kebutuhan informasi akan datang
  • Butuh waktu yang lama dan konsisten agar tidak gagal
  • Relatif lebih murah
  • Butuh strategi khusus ( Non Teknis Termasuk Political Will dari Pimpinan )

Strategi Integrasi

  • Integrasi harus didasarkan pada sasaran yang jelas. Pada akhirnya integrasi harus bermuara pada perbaikan proses/layanan
  • Fokus pada proses-proses bisnis/birokrasi, bukan pada sistem-sistem informasi
  • Secara spesifik perhatikan alur-alur yang terbentuk dari rangkaian aktivitas.
  • Contoh: sistem layanan keluhan masyarakat (UPIK Pemkot Yogyakarta)
  • keluhan masyarakat -> UPIK -> tanggapan ->UPIK ->jawaban kepada masyarakat
  • Identifikasi pihak-pihak yang terlibat: peran, tugas, kewenangan, dan aktivitas yang dilakukannya -> rangkailah semua ini ke dalam alur yang telah ditetapkan
  •  Kesamaan pandangan terhadap integrasi perlu dibangun
  • Dukungan perlu disiapkan • Tatakelola: tupoksi, legalitas, …• Sumber daya: SDM, pendanaan, infrastruktur
  • Integrasi sistem-sistem informasi
  • • Jika belum ada sistem informasi sama sekali, berbagai parameter integrasi (format data, protokol komunikasi data, database, user interface, dsb) bisa ditetapkan secara lebih mudah
  • • Jika sudah ada sistem-sistem sebelumnya (dan saling berbeda):
  • • Memilih salah satu sistem dan mempromosikannya sebagai sistem standar; sistem-sistem lain harus mengikuti
  • • Membangun standar baru dan memaksa semua sistem harus mengikuti standar ini
  • • Membangun standar baru dan membiarkan semua sistem lama seperti apa adanya; integrasi dilakukan oleh sebuah sistem pengintegrasi.

One thought on “Integrasi Sistem Informasi

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s